Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Manusia Setengah Salmon

Judul : Manusia Setengah Salmon
Penulis : Raditya Dika
Penerbit : Gagas Media
Terbit : 2011 (Cet. 1), 2012 (Cet. 5)
ISBN : 979-780-531-X
Format buku : djvu

Bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang yang kita cintai? Sedih, marah, atau kecewa? Beragam jawaban yang kita dapat, nampaknya belum cukup untuk menggambarkan isi hati seseorang. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya dibalik semua kekecewaan yang kita dapatkan, ada satu celah yang bila dirasakan secara lebih mendalam, akan menimbulkan sensasi humor yang luar biasa menghibur? Nah, Manusia Setengah Salmon telah membuktikannya.

Terlahir ke dunia nyata pada tanggal 24 Desember 2011, Manusia Setengah Salmon hadir seraya mengiringi pergantian tahun. Satu momen ketika manusia berpesta merayakan sebuah perpindahan dari tahun yang lama ke tahun yang baru. Manusia Setengah Salmon sukses mengambil titik ‘perpindahan’ tersebut dengan sangat elegan dan mengharukan.

Seperti pada buku-buku sebelumnya, Raditya Dika tetap mempertahankan materi humor kental ditambah gaya bahasa yang khas di buku Manusia Setengah Salmon ini. Lucu, nyeleneh, dan tentu saja menghibur. Sumber inspirasinya juga tetap sama, mengenai literatur kehidupan sang penulis itu sendiri. Oleh karena itu, buku ini tergolong ke dalam kategori personal literature atau biasa disebut PELIT.

Tetapi, ada satu hal yang membuat buku ini nampak berbeda dari buku-buku sebelumnya. Manusia Setengah Salmon bukan hanya sekedar novel komedi belaka. Bukan hanya kumpulan kalimat candaan yang tidak bermakna. Buku ini menonjolkan unsur kehidupan sosial dalam balutan humor. Menceritakan tentang berbagai macam hal menyedihkan yang sebenarnya ada celah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari hal-hal tersebut.

Salah satu bagian yang menjadi primadona adalah ketika Raditya Dika mencoba menceritakan tentang kegelisahannya sewaktu ia baru saja ditinggalkan oleh kekasihnya. Sama seperti kebanyakan orang, hal pertama yang dirasakan ketika putus cinta adalah kesedihan, kegalauan, dan kekecewaan. Tapi, Manusia Setengah Salmon berhasil meyakinkan bahwa tidak semua hal menyakitkan harus berakhir dengan kesedihan. Seperti pada cerita yang berjudul Sepotong Hati di Dalam Kardus Cokelat. Bercerita tentang dua peristiwa yang sama tapi berbeda konteks, putus cinta dan pindah rumah. Secara kontekstual, tidak ada kesamaan antara keduanya. Tetapi buku ini secara gamblang menjelaskan bahwa kedua peristiwa  tersebut adalah hal yang serupa. Iya, perpindahan.

“Putus cinta sejatinya adalah sebuah kepindahan. Bagaimana kita pindah dari satu hati, ke hati yang lain. Kadang kita rela untuk pindah, kadang kita dipaksa untuk pindah oleh orang yang kita sayang, kadang bahkan kita yang memaksa orang tersebut untuk pindah. Ujung-ujungnya sama: kita harus bisa maju, meninggalkan apa yang sudah menjadi ruang kosong.”

Raditya Dika mengibaratkan putus cinta sama halnya dengan pindah rumah. Saat dimana seseorang harus bisa merapikan barang-barang dan memasukkannya ke dalam sebuah kardus untu nantinya diikat dan tidak pernah tahu kapan kardus itu akan dibuka. Sama seperti putus cinta bukan?

Download novelnya dengan mengklik tombol di bawah ini !

Post a Comment for "Manusia Setengah Salmon"